Sabtu, 03 November 2018

#SIP SIM (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN) & SPK (SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN)



A.      SIM (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN)

1.      Definisi Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah sistem informasi yang mengolah data menjadi informasi untuk kebutuhan managerial dan administratif. Sistem Informasi Manajemen memiliki tiga fungsi dasar yaitu: input, proses dan output. Sistem Informasi Manajemen ini juga dapat diartikan dalam konteks yang luas yaitu sebuah main sistem yang digunakan oleh organisasi bisnis untuk menerapkan fungsi-fungsi bisnis yang kompleks dan secara luas sistem ini juga memberikan kegiatan-kegiatan operasional yang tinggi seperti penyediaan informasi, pembagian data secara luas, dan pengaturan-pengaturan fungsi bisnis didalam organisasi. Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah sistem yang besar dan terbagi atas sistem-sistem pendukung lainnya untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi bisnis yang diinginkan oleh organisasi.

2.      Konsep Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Berikut adalah konsep-konsep pokok SIM:

Konsep
Penjelasan
Konsep Informasi
Informasi menambahkan sesuatu pada penyajian yaitu sehubungan dengan waktu dan mutu.
Konsep Manusia sebagai Pengolah Informasi
Kemampuan manusia sebagai pengolah informasi menentukan keterbatasan dalam sistem informasi dan mengesankan dasar-dasar rancangan mereka.
Konsep Sistem
Karena sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem, maka konsep sistem perlu untuk memahami dan merancang ancangan pada pengembangan sistem informasi.
Konsep Organisasi dan Manajemen
Sistem informasi berada di dalam sebuah organisasi dan dirancang untuk mendukung fungsi manajemen. Informasi adalah penentu yang penting dalam bentuk keorganisasian.
Konsep Pengambilan Keputusan
Rancangan SIM bukan hanya harus mencerminkan anacangan rasional terhadap optimasi, tetapi juga teori keperilakuan pengambilan keputusan dalam organisasi.
Konsep Nilai Informasi
Informasi mengubah keputusan, perubahan dalam nilai hasil akan menentukan nilai informasi. Sistem informasi dalam perusahaan juga merupakan sistem terbuka, dimana terjadi arus sumber daya dengan lingkungannya. Dalam informasi, data input diperoleh dari lingkungan, misalnya informasi kenaikan pajak yang diumumkan pemerintah, dan perubahan kurs mata uang. Semua data dari luar tersebut mengalir masuk ke dalam sistem.

 



































3.      Tujuan Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Tujuan sistem informasi manajemen (SIM), yaitu:
a.       Menyediakan informasi yang diperlukan oleh manajemen, seperti:  harga pokok jasa, produk dan tujuan yang diperlukan manajemen.
b.      Penyediaan  informasi yang dipakai untuk perancangan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan kelanjutan.
c.       Untuk pengembilan kepeutusan

4.      Model Sistem Informasi Manajemen (SIM)


Definisi model sistem informasi manajemen dapat digambarkan pada gambar diatas. Database berisi data yang disediakan oleh SIA. Selain itu,data maupun informasi dimasukkan dari lingkungan. Isi database digunakan oleh perangkat lunak yang menghasilkan laporan periodik dan laporan khusus, serta model matematika yang mensimulasikan beragam aspek operasi perusahaan. Output perangkat lunak digunakan oleh orang-orang dalam perusahaan yang bertanggung jawab memecahkan masalah perusahaan. Tidak seperti SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi bagi lingkungan.

5.      Peranan SIM dalam Memecahakan Permasalahan
SIM memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah dengan dua cara dasar, yaitu:
a.      Memberi Sumber Informasi Organisasi secara Luas
SIM adalah usaha organisasi berskala luas yang memberikan informasi pemecahan maslah. SIM adalh komitmen resmi dari manajemen puncak untuk menerapkan komputer agar dapat digunakan bagi para manajer dalam perusahaan sebagai sumber informasi. SIM dapat diterapkan dalam area lain, yaitu DSS, OA, dan Expert System.
b.      Memberi Sumbangan terhadap Pengidentifikasian dan Pemahaman Masalah
Gagasan utama yang berada dibalik SIM adalah untuk menjaga kesinambungan pasokan informasi yang mengalir ke manajer. Pada waktu pertama kali komputer diterapkan pada bagian marketing sebagai sistem informasi, terdapat kerancuan mengenai perbedaan antara sistem informasi marketing dengan riset marketing. Manajer menggunakan SIM untuk memperoleh pemahaman dasar mengenai masalah, dengan menentukan dimana ia ditempatkan dan apa yang menyebabkannya, dalam beberapa hal, SIM masih dapat membantu manajer dalam langkah terakhir proses pemecahan masalah.

B.       SPK (SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN)


1.      Definisi SPK (Sistem Penunjang Keputusan)
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).

2.      Konsep SPK (Sistem Penunjang Keputusan)
Konsep-konsep SPK, yaitu:
a.       Masalah Terstruktur, merupakan suatu masalah yang memiliki struktur masalah pada 3 tahap pertama, yaitu intelijen, rancangan dan pilihan.
b.      Masalah Tak Terstruktur, merupakan masalah yang sama sekali tidak memiliki struktur pada 3 tahap diatas.
c.       Masalah Semi-Terstruktur, merupakan masalah yang memiliki struktur hanya pada satu atau dua tahap

3.      Tujuan SPK (Sistem Penunjang Keputusan)
Tujuan dari SPK adalah:
a.       Membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur
b.      Mendukung manajer dalam mengambil keputusan
c.       Meningkatkan efektifitas bukan efisiensi pengambilan keputusan

4.      Model SPK (Sistem Penunjang Keputusan)


Model dalam sistem pengambilan keputusan ada 3 macam yaitu :
a.      Perangkat Lunak Penulisan Laporan
menghasilkan laporan periodik maupun khusus.
b.      Model Matematika
menghasilkan informasi sebagai hasil dari simulasi yang melibatkan satu atau beberapa komponen dari sistem fisik perusahaan/instansi. Model matematika dapat ditulis dalam bahasa pemrograman prosedural apapun.
c.       Perangkat lunak GDSS
memungkinkan beberapa pemecah masalah, bekerjasama sebagai satu kelompok, mencapai solusi. Dalam situasi tertentu ini, istilah GDSS, atau sistem pendukung keputusan kelompok (Group Decision Support System) digunakan.

5.      Peranan SPK dalam Memecahakan Permasalahan
GDSS berkontribusi pada pemecahan masalah dengan berkomunikasi yang lebih baik yang memungkinkan keputusan yang lebih baik dengan menjaga diskusi terfokus pada masalah yang menyebabkan kita dapat menghemat waktu. Dengan penghematan waktu tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi lebih banyak lagi alternatif.

Referensi:
Ayu R, E., Fernalia., & Purnama, G. (2014). Sistem informasi manajemen dan sistem penunjang keputusan: kilas balik, analisa, dan rekomendasi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Turban , Efraim & Aronson, Jay E. (2001). Decision support systems and intelligent systems 6th edition. Prentice Hall: Upper Saddle River, NJ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar