A.
ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)
1.
Definisi
Artificial Intelligence (AI)
Artificial
intelligence (AI) merupakan sebuah studi tentang
bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan
lebih baik oleh manusia (Ertel, 2017).
Russell &
Norvig (2003) menjelaskan bahwa artificial
intelligence adalah perangkat komputer yang dapat memahami lingkungannya
dan dapat mengambil tindakan yang memaksimalkan peluang kesuksesan di
lingkungan tersebut untuk beberapa tujuan.
2.
Sejarah
Artificial Intelligence (AI)
Konsep
Artificial Intelligence sebenarnya sudah jauh dipikirkan, bahkan sejak zaman
Yunani Kuno. Talos dari Crete, robot perunggu dari Hephaestus, dan Galatea dari
Pygmalion menjadi beberapa contoh ide “mesin yang hidup” yang dicetuskan di era
tersebut. Walau begitu, konsep dari Artificial Intelligence ini baru sekitar
setengah abad lalu berubah dari hanya sebuah mitos menjadi sebuah realitas yang
faktual.
Alan Turing,
seorang ahli matematika sekaligus pemecah kode di Perang Dunia ke-2 dari Inggris
yang menjadi salah satu tokoh yang paling berpengaruh dalam pencetusan ide
tentang teknologi “kecerdasan buatan” ini pada tahun 1950.
Melalui
ide-idenya saat itu, istilah artificial intelligence cukup populer pada
pertengahan tahun ’50-an. Bahkan hingga Turing meninggal pada tahun 1954,
istilah tersebut masih menjadi perbincangan hangat di kalangan peneliti saat
itu.
Seorang ilmuwan
kognitif Amerika bernama Marvin Minsky akhirnya memutuskan untuk meneruskan
tongkat estafet AI dengan membangun sebuah laboratorium khusus AI di
Massachusetts Institute of Technology pada tahun 1959 dan menjadi salah satu
konseptor utama di bidang AI pada periode 1960 hingga 1970-an.
Minsky bahkan
menjadi penasihat pribadi Stanley Kubrick pada filmnya “2001:A Space Odyssey,”
yang rilis pada tahun 1968, yang menjadi salah satu gubahannya yang
memperkenalkan AI ke khalayak ramai melalui komputer pintar HAL 9000.
Akan tetapi
membutuhkan hingga beberapa dekade untuk masyarakat dapat mengenal potensi
sebenarnya dari AI. Beberapa figur teknologi terkenal seperti Elon Musk dan
Stephen Hawking masih terus memperbincangkan perkembangan artificial
intelligence hingga hari ini.
3.
Hubungan
Artificial Intelligence dengan
Kognisi Manusia
Kognisi
merupakan kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses
berpikir tentang sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan
dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis,
memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Selain itu, kognisi
manusia sendiri adalah proses-proses mental atau aktivitas pikiran manusia
dalam mencari, menemukan, atau mengetahui dan memahami informasi dari
lingkungannya.
Artificial
Intelligence atau yang disebut dengan kecerdasan
buatan ini adalah ilmu yang berdasarkan proses manusia berpikir. Hal ini dapat
dilihat pada cara kerja AI dan kognisi manusia dimana cara kerja kognisi
manusia adalah menerima stimulus, kemudian dproses dan setelah itu akan
menghasilkan respon. Dan cara kerja Artificial
Intelligence adalah menerima input, diproses dan kemudian mengeluarkan
output berupa suatu keputusan. Dengan demikian, melaui pengetahuan tentang
proses berpikir dan mengetahui bagaimana untuk membuat asumsi-asumsi yang pasti
tentang bagaimana cara berpikir tersebut, maka dengan asumsi-asumsi itulah para
peneliti menggunakannya untuk mendesain suatu program komputer yang mempunyai
kecerdasan secara buatan.
Semua proses
berpikir menolong manusia untuk menyelesaikan sesuatu masalah. Pada saat otak
manusia mendapat informasi dari luar, maka suatu proses berpikir memberikan
petunjuk tindakan atau respon apa yang dilakukan. Hal ini merupakan suatu
reaksi otomatis dan respon yang spesifik dicari untuk menyelesaikan masalah
tertentu. Demikian halnya dengan Artificial
Intelligence yang dibuat untuk membantu manusia untuk menyelesaikan
masalahnya.
Dalam proses
berpikir, proses ini berhubungan dengan fakta-fakta yang sangat banyak sebelum
memberikan respon atau tindakan. Selama proses, ada suatu sistem yang
mengarahkan pemilihan respon yang tepat dan disebut dengan pemotongan (prunning). Proses ini mengeliminasi
litasan dari berpikir yang tidak relevan dalam usaha mencapai tujuan. Jadi
proses ini akan memotong setiap fakta-fakta yang tidak akan mengarah ke tujuan.
Teknik
pemrograman dengan kecerdasan buatan (AI) memiliki persamaan dengan otak
manusia dalam hal prosesnya. Kecerdasan buatan (AI) juga meniru proses belajar
manusia dimana informasi yang baru diserap dan dimungkinkan untuk digunakan
sebagai referensi pada waktu yang akan datang. Di sini, informasi yang baru
dapat disimpan tanpa harus mengubah cara kerja pikiran yang dapat mengganggu
fakta-fakta yag sudah ada. Sehingga, dengan kecerdasan buatan (AI) dimungkinkan
untuk membuat program di mana setiap bagian dari program benar-benar independen
dan di setiap bagian dari program nya seperti potongan-potongan informasi dalam
otak manusia.
B.
EXPERT SYSTEM
1.
Defisini
Expert System
Expert
System biasa disebut juga dengan knowledge based system yaitu suatu cabang artificial intelligence yang ditujukan untuk membantu pengambilan
keputusan atau pemecah persoalan dalam bidang yang spesifik.
2.
Sejarah
Expert System
Expert
system dikembangkan oleh komunitas artificial intelligence pada pertengahantahun 1960. Pada periode
ini, penelitian tentang artificial
intelligence didominasi oleh adanya kepercayaan bahwa beberapa aturan-aturan
dari serangkaian pemikiran dengan memanfaatkan kemampuan komputer dapat
menghasilkan performansi pakar atau setaraf dengan manusia super. Arah
pengembangan dari sub bidang artificial
intelligence ini adalah general-purpose
problem solver (GPS). General-purpose
problem solver (GPS) merupakan prosedur yang dikembangkan oleh Newell dan
Simon (1973) dari teori mesin logika, yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan
suatu komputer “cerdas”. Inilah yang kemudian dianggap sebagai pendahulu dari sistem
pakar. Pada pertengahan tahun 1960 terjadi pergeseran dari general-purpose menjadi special-purpose
program dengan perkembangan dari DENDRAL yaitu suatu sistem mengidentifikasi struktur
molekul suatu komposisi kimia yang dikembangkan oleh E. Feigenbaum di Stanford University.
Mulai saat itu para peneliti mengakui bahwa mekanisme pemecahan masalah hanya merupakan
sebagian kecil dari suatu permasalahan yang kompleks.
3.
Contoh
Expert System
a.
ELIZA
Eliza
merupakan salah satu Sistem Pakar yang paling awal dikembangkan. Ini adalah
program komputer terapis yang dibuat oleh Joseph Weizenbaum di MIT tahun 1976.
Pengguna berkomunikasi dengannya sebagaimana sedang berkonsultasi dengan
seorang terapis.
Berikut
ini adalah contoh percakapan antara Eliza dengan seorang klien:
Eliza: Hello. I am ELIZA. How can I
help you?
Klien: My name is Balza.
Eliza: I have told you before, I do
not care about names.
Klien: I don’t have any money.
That’s my problem.
Eliza: Why do you say your problem?
Klien: Because you asked me.
Eliza: Do any other reasons not
come to mind?
Klien: No.
Eliza: You are being a bit
negative.
Klien: Why?
Eliza: Please go on.
Klien: OK. I am bankrupt.
Eliza: How long have you been
bankrupt?
Klien: A year.
Eliza: Please go on.
Klien: So, what should I do?
Eliza: Does that question interest
you?
Klien: Yes, how can I make big
money?
Eliza: You are sure?
Klien: Of course I’m sure.
b.
NETtalk
NETtalk
program ini jenisnya cukup bebeda, berdasarkan pada jaring-jaring neuron,
sehingga dinamakan NETtalk. Program ini
dikembankan oleh Sejnowki disekolah medis Harvard dan Rosenberg di universitas
Princeton. Dalam program ini, NETtalk membaca tulisan dan mengucapkannya
keras-keras.
c.
PARRY
Parry
adalah Sistem Pakar yang juga paling awal dikembangkan di Stanford University
oleh seorang psikiater, Kenneth Colby, yang mensimulasikan seorang paranoid.
Berikut
ini contoh respon Parry terhadap pertanyaan seorang psikiater yang
menginterviewnya.
Psikiater : Why
are you in the hospital?
Parry : I
shouldn’t be here.
Psikiater : Who
brought you here?
Parry : The
police.
Psikiater : What
trouble did you have with the police?
Parry : Cops
don’t do their job.
Psikiater : What
do they do instead?
Parry : Cops
arrest the wrong people.
Psikiater : They
arrest the right ones sometimes
Parry : The law
should get those Italian crooks.
Psikiater : Are
you Italian?
Parry : My
background is British but I was born in this country.
Psikiater : Do
you know any Italian crooks?
Parry : I try to
avoid the underworld.
Referensi:
Ertel,
W. (2017). Introduction of artificial
intelligence second edition. Switzerland: Spinger International Publishing.
Russell,
S. J., & Norvig, P. (2003). Artificial intelligence: a modern approach.
Upper Saddle River: Pearson Education.
Hayadi,
H., & Rukun, K. (2016). What is
expert system. Yogyakarta: Deepublish.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar