1.
Pengertian
CBIS
Sistem Informasi
Berbasis Komputer atau Computer Based
Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi
sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu
yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi
dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah
data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer.
Sistem informasi
“berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting
dalam sebuah sistem informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar
subsistemnya. Gaol (2008) menyebutkan bahwa CBIS memiliki lima subsistem, yaitu sistem
informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, sistem pendukung keputusan,
sistem otomatisasi perkantoran, dan sistem ahli. Setiap subsistem CBIS
melalui proses evolusi yang disebut siklus hidup sistem. Tahap-tahap dari
siklus hidup sistem yaitu perencanaan,
analisis, rancangan, penerapan, dan penggunaan.
Secara teori,
penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam
kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat
kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem informasi
yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah computer-based atau
pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
2.
Evolusi
CBIS
Usaha penerapan
komputer di berbagai bidang semakin maju sesuai dengan perkembangan teknologi
informasi dan telekomunikasi. Begitu juga pada CBIS yang mengalami perkembangan,
berikut penjelasannya.
a. EDP (Electronic Data Processing)
adalah
metode dalam suatu pemrosesan data komersial. Sebagai bagian dari teknologi informasi,
EDP melakukan pemrosesan data secara berulang kali terhadap data yang sejenis
dengan bentuk pemrosesan yang relatif sederhana. Sebagai contoh, pemrosesan
data elektronis dipakai untuk pemutakhiran (update)
stock dalam suatu daftar barang (inventory), pemrosesan transaksi nasabah
bank, pemrosesan booking untuk tiket pesawat terbang, reservasi kamar hotel,
pembuatan tagihan untuk suatu jenis layanan, dll. Karakteristik sistem EDP
adalah konsistensi pengolahan dan ketergantungan terhadap bukti pendukung
elektronik (yang rentan manipulasi), sehingga audit EDP berfokus pada kelayakan
pengendalian sistemnya (control).
b. SIM (System Information Management)
Seiring
dengan diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan
pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan
komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi
komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi
manajemen.
c. OA (Office Automation)
OA
memudahkan segala jenis komunikasi baik lisan maupun tulisan, dan menyediakan
informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan. Tujuan OA adalah
penghindaran biaya, pemecahan masalah kelompok, dan sebagai pelengkap.
d. Sistem Pakar (Expert System)
Sistem pakar
adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu bidang.
Sistem yang menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan
untuk pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases
sistems)
Referensi:
Gaol,
C.J.L (2008). Sistem informasi manajemen.
Jakarta: Grasindo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar