Jumat, 02 November 2018

#SIP DATABASE


Database adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

A.      Sejarah Database
Sejak zaman dulu, basis data sudah menjadi fokus yang utama pada aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman di perusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Strore). Dasar untuk model data jaringan terbentuk lalu distandarisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages).
Menurut sejarah, sistem pemrosesan basis data terbentuk setelah masa system pemrosesan manual dan system pemrosesan berkas. Sistem pemrosesan manual (Berbasis kertas) merupakan bentuk pemrosesan yang menggunakan dasar berupa setumpuk rekaman yang disimpan pada rak-rak berkas. Jika berkas-berkas tersebut diperlukan, berkas tersebut harus dicari pada rak-rak tersebut. Sistem pemrosesan berkas merupakan sistem komputer, dimana sekelompok rekaman disimpan pada sejumlah berkas secara terpisah. Perancangan sistem ini didasarkan pada kebutuhan individual pengguna, bukan kebutuhan sejumlah pengguna. Sehingga setiap aplikasi menuliskan data sendiri, alhasil ada kemungkinan data yang sama terdapat pada berkas-berkas lain yang digunakan oleh program aplikasi lain.
Sejarah DBMS (Database Management System), generasi pertama DBMS didesain oleh Charles Bachman di perusahaan General Electric pada awal tahun 1960, disebut sebagai penyimpanan data terintegrasi (Integrated Data Store). Dibentuk dasar untuk model data jaringan yang kemudian distandardisasi oleh CODASYL (Conference on Data System Languages).
Pada akhir 1960, IBM mengembangkan sistem manajemen informasi (Information Management System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data hirarki. Dalam waktu yang sama, dikembangkan sistem SABRE sebagai hasil kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika. Sistem ini memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer.
Pada tahun 1985, Microsoft dan IBM mengumumkan perjanjian kerjasama jangka panjang untuk mengembangkan sistem operasi dan produk-produk perangkat lunak lainnya. Pengumuman ini adalah permulaan dimulainya OS/2, sebuah system operasi setelah masa kejayaan MS-DOS. OS/2 ini akan lebih 'Hebat' dan lebih 'Canggih' daripada MS-DOS, ia akan mampu menangani multitasking application dengan memanfaatkan kemampuan processor Intel yang terbaru yaitu 80286. "That was the plan!" OS/2 secara resmi diumumkan pada bulan april 1987, dan dijanjikan akan tersedia buat end-user pada akhir tahun tersebut.

B.       Konsep Database
Konsep dasar database adalah kumpulan dari catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database: ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu mewakili semua informasi dalam bentuk tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel.

C.      Struktur Database
Istilah Database mengacu pada semua data yang disimpan pada sumber daya berbasis computer milik organisasi. Sistem manajemen Database (database management system-DBMS) adalah suatu aplikasi perangkat lunak yang menyimpan struktur database, data itu sendiri, hubungan antar-data didalam database, maupun formulir dan laporan yang berhubungan dengan database.
Macam-macam struktur database, yaitu:
1.    Struktur Database Hierarkis
Struktur Database Hierarkis (Hierarchical Database Structure), yaitu Struktur kelompok data, subkelompok data dan subkelompok yang lebih kecil lagi menyerupai cabang-cabang pohon. Seperti cabang-cabang pohon, untuk pindah dari suatu catatan di suatu cabang kesuatu catatan di cabang lain, system manajemen database harus kembali ketempat asal percabangan itu. Struktur hierarkis memanfaatkan sumber daya computer secara efisien saat sebagian besar catatan dalam database akan digunakan dalam aplikasi.
2.    Sruktur Database Jaringan
Struktur database jaringan (network database structure) memungkinkan satu catatan tertentu menunjuk pada catatan lain dalam database. Subkomite Database Task Group CODASYL mengeluarkan spesifikasi struktur database jaringan pada tahun 1971. Jaringan memecahkan masalah keharusan untuk kembali ke tempat asal percabangan database. Secara konseptual, tiap catatan dalam database dapat memiliki penunjuk ke tiap catatan lain di dalam database.
3.    Struktur Database Relational
Struktur system manajemen relational merupakan system yang menyerupai table-tabel, dan merupakan format yang dapat dipahami secara cepat oleh manajer dan/atau staf professional.

D.      Keunggulan & Kelemahan DBMS
1.      Keunggulan DBMS
a.      Performance
Dari segi performance dapat diketahui bahwa dengan menggunakan sistem basis data dapat menyimpan file berukuran besar, sekaligus juga membuat lebih efisien dan praktis.
b.      Integritas
Dengan penggunaan DBMS integritas data menjadi lebih terjamin. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
c.       Independensi
Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
d.      Sentralisasi/Pusat data
Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar
e.       Sekuritas/Keamanan Data
DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.
2.      Kelemahan DBMS
a.       Biaya dan harga DBMS yang tinggi & mahal. Kebutuhan untuk medapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang tepat cukup mahal, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya  manusia yang mengelola basis data tersebut.
b.      Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal
c.       Sangat kompleks. Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan proses berkas, sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan dan semakin sulit dalam pemeliharaan data.
d.      Resiko data yang terpusat. Data yang terpusat dalam satu lokasi dapat beresiko  kehilangan data selama proses aplikasi.
e.       Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya pelatihan.
f.       Membutuhkan media penyimpanan yang besar baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.
g.      Membutuhkan memory komputer yang besar.
h.      Membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi/khusus.
i.        Membutuhkan waktu yang lama untuk konversi sistem.
j.        Terkadang kinerja DBMS low performance.
k.      Resiko kegagalan cukup tinggi

E.       Peranan Database dan DBMS dalam Memecahkan Permasalahan di Bidang Psikologi
Dalam memecahkan masalah psikologi, Database dan DBMS dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi tes psikologi yang dapat memajukan ilmu psikologi yang berbasis computer, dalam menyimpan data-data jauh lebih aman karena data disimpan terpusat, menegakkan kendala keamanan jauh lebih mudah. dan juga dapat mengintegrasikan data dari file-file. Adapun peratan database yaitu untuk menentukan kebutuhan data dengan mengikuti pendekatan berorientasi masalah atau pendekatan model perusahaan dan beberapa peranan DBMS adalah data yang berulang dalam bentuk multifile duplikat maupun data duplikat dalam satu file, data dan program menyatu, dan kebutuhan untuk mengintegrasikan data dari file-file.
Sebagai contoh, seorang HRD yang ditugaskan memberikan penilaian kepada salah satu karyawan maka ia harus melihat data-data terdahulu yang disimpan pada database "data karyawan", yang mungkin saja berisi nama, alamat, nomor pegawai, hasil tes psikologi terdahulu, dan sebagainya. Dengan adanya database tersebut, user hanya membutuhkan satu primary key untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, sehingga tidak terjadi data ganda.

Referensi:
Kroenke, D. M. (2005). Database processing: dasar-dasar, desain & implementasi. jilid 1 edisi kesembilan. Jakarta: Erlangga
http://dedendiki25.blogspot.com/2015/06/peranan-database-di-berbagai-bidang.html

Sabtu, 13 Oktober 2018

#SIP CBIS (Computer Based Information System) & EVOLUSINYA


1.        Pengertian CBIS

Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer.
Sistem informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya. Gaol (2008) menyebutkan bahwa CBIS memiliki lima subsistem, yaitu sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, sistem pendukung keputusan, sistem otomatisasi perkantoran, dan sistem ahli. Setiap subsistem CBIS melalui proses evolusi yang disebut siklus hidup sistem. Tahap-tahap dari siklus hidup sistem yaitu perencanaan, analisis, rancangan, penerapan, dan penggunaan.
Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah computer-based atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.

2.        Evolusi CBIS
Usaha penerapan komputer di berbagai bidang semakin maju sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Begitu juga pada CBIS yang mengalami perkembangan, berikut penjelasannya.
a.    EDP (Electronic Data Processing)
adalah metode dalam suatu pemrosesan data komersial. Sebagai bagian dari teknologi informasi, EDP melakukan pemrosesan data secara berulang kali terhadap data yang sejenis dengan bentuk pemrosesan yang relatif sederhana. Sebagai contoh, pemrosesan data elektronis dipakai untuk pemutakhiran (update) stock dalam suatu daftar barang (inventory), pemrosesan transaksi nasabah bank, pemrosesan booking untuk tiket pesawat terbang, reservasi kamar hotel, pembuatan tagihan untuk suatu jenis layanan, dll. Karakteristik sistem EDP adalah konsistensi pengolahan dan ketergantungan terhadap bukti pendukung elektronik (yang rentan manipulasi), sehingga audit EDP berfokus pada kelayakan pengendalian sistemnya (control).
b.    SIM (System Information Management)
Seiring dengan diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi manajemen.
c.     OA (Office Automation)
OA memudahkan segala jenis komunikasi baik lisan maupun tulisan, dan menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan. Tujuan OA adalah penghindaran biaya, pemecahan masalah kelompok, dan sebagai pelengkap.
d.    Sistem Pakar (Expert System)
Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases sistems)

Referensi:
Gaol, C.J.L (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Grasindo.


#SIP KOMPUTER & KOGNISI MANUSIA


1.        Arsitektur Komputer


Dalam teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu system komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing-masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara  pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll).
Arsitektur komputer mempelajari atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer dan memiliki dampak langsung pada eksekusi logis sebuah program, contoh: set instruksi, jumlah bit yang digunakan untuk merepresentasikan bermacam-macam jenis data (misal bilangan, karakter), aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya. Arsitektur komputer ini paling tidak mengandung 3 sub-kategori:
a.    Set instruksi (ISA)
b.    Arsitektur Mikro dari ISA, dan
c.    Sistem desain dari seluruh komponen dalam perangkat keras komputer ini.
Terdapat 2 (dua) bagian pokok arsitektur komputer, yaitu:
a.         Instructure Set Architecture
adalah spesifikasi yang menentukan bagaimana programmer bahasa mesin berinteraksi dengan komputer.
b.        Hardware System Architacture
yaitu subsistem hardware (perangkat keras) dasar yaitu CPU, Memori, serta OS.
Ada sejumlah tingkatan dalam konstruksi dan organisasi sistem komputer. Perbedaan paling sederhana diantara tingkatan tersebut adalah perbedaan antara hardware dan software.
Tingkatan Dasar Arsitektur Komputer
Pada tingkatan ini Hardware sebagai tingkatan komputer yang paling bawah dan paling dasar, dimana pada hardware ini “layersoftware ditambahkan. Software tersebut berada di atas hardware, menggunakannya dan mengontrolnya. Hardware ini mendukung software dengan memberikan atau menyediakan operasi yang diperlukan software.
Multilayerd Machine
Tingkatan dasar arsitektur komputer kemudian dikembangkan dengan memandang sistem komputer keseluruhan sebagai “multilayered machine” yang terdiri dari beberapa layer software di atas beberapa layer hardware.
a.    CPU (Central Processing Unit), yang mengendalikan semua unit sistem komputer yang lain dan mengubah input menjadi output.
b.    Primary storage (penyimpanan primer), berisi data yang sedang diolah dan program.
c.    Control unit (unit pengendalian), membuat semua unit bekerja sama sebagai suatu sistem.
d.   Aritmatika and logical Unit, tempat berlangsungnya operasi perhitungan matematika dan logika.
e.    Unit Input, memasukkan data ke dalam primary storage
f. Secondary storage (penyimpanan sekunder), menyediakan tempat untuk menyimpan program dan data saat tidak digunakan
g.    Unit Output, mencatat hasil pengolahan
Terdapat kelebihan dan kekurangan dalam arsitektur komputer, diantaranya:
Kelebihan
Kekurangan
1.     Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu
1.    Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya
2.     Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user)
2.    Harganya sangat mahal
3.     Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
3.    Interface dengan pengguna masih menggunakan teks
4.     Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)
4.    Membutuhkan daya listrik yang sangat besar


2.        Kognisi Manusia


Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan.
Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang di dapatkan dari proses berfikir tenteng seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau intelegensi. 
 Dalam aspek kognitif dibagi lagi menjadi beberapa aspek yang lebih rinci yaitu:
a.    Pengetahuan (Knowledge)
b.    Pemahaman (Comprehension)
c.    Penerapan (Application)
d.   Analysis (Analisa)
e.    Sintesis (Synthesis)
f.     Evaluasi (Evaluation)
Piaget mengungkapkan ada 4 periode atau tahapan perkembangan kognitif manusia, mulai dari masa kelahiran dan bayi hingga dewasa. Berikut ini adalah beberapa tahap perkembangan kognitif manusia menurut Piaget:
a.    Tahap Sensori Motor
b.    Tahap Pra Operasional
c.    Tahap Operasional Konkrit
d.   Tahap Operasional Formal
Ruang lingkup psikologi kognitif menurut Solso (2007) antara lain :
a.     Neurosains kognitif (otak dan sistem saraf)
b.    Persepsi (pendeteksian dan penginterpretasian stimulus sensoris)
c.  Rekognisi pola (kemampuan untuk mengabstraksikan dan mengorganisasikan stimulus menjadi skema terorganisir)
d.    Perhatian (pemusatan usaha mental pada peristiwa sensoris atau mental)
e.     Kesadaran
f.     Memori
g.    Representasi pengetahuan (simbolisasi dan kombinasi informasi dengan hal lain dalam otak)
h.  Pembayangan / imajeri (representasi mental seseorang terhadap benda atau peristiwa yang tidak sedang dihadapi)
i.      Bahasa (sistem komunikasi dengan simbol)
j.      Psikologi perkembangan (perkembangan struktur kognitif manusia)
k.    Emosi
l.      Kreativitas.

3.        Kaitan antara Arsitektur Komputer & Struktur Kognisi Manusia


Dalam pengoperasian komputer, sistem yang digunakan seperti sistem kerja kognisi manusia. Hal ini karena manusia sendiri yang menciptakan komputer. Komputer dan kognisi memiliki persamaan dalam hal memproses informasi. Jika dikaitkan dengan arsitektur komputer yang memiliki pengertian sebagai konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer, maka kognisi manusia lah yang turut berperan penting dalam pembuatannya. Arsitektur komputer sendiri merupakan hasil dari kreativitas-kreativitas manusia yang menggunakan kognisinya dalam menciptakan arsitektur komputer.
Proses berfikir atau alur informasi yang terjadi pada komputer dan otak manusia merupakan hal yang sama, karena fungsi komponen yang terdapat pada komputer meniru sistem kerja otak manusia. Dalam hal ini keterkaitan antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer sangatlah erat kaitannya karena komputer dan kognisi manusia mempunyai suatu kesamaan seperti menerima (receives), menyimpan (storage), menarik (retrieves), mentranformasi (transforms), dan mentransmisi informasi (transmits). Dalam mempermudah pekerjaannya manusia, melakukan berbagai upaya pengembangan teknologi untuk berbagai bidang aktivitas dan kebutuhannya. Fungsi-fungsi seperti pengenalan pola, atensi, kesadaran, belajar, memori, formasi konsep, bahasa/pemahaman, hingga digunakan untuk pemecahan masalah ada pada keduanya meskipun di”jelaskan” dengan istilah yang berbeda.
Dari uraian-uraian diatas, menurut saya tidak ada yang lebih unggul antara arsitektur komputer dan kognisi manusia. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan keduanya pun memiliki hubungan timbal balik, komputer membutuhkan manusia agar dapat beroperasi, dan manusia pun membutuhkan komputer agar dapat memudahkan kebutuhannya.


Referensi:
Solso, R., Maclin, O., K. (2007). Psikologi Kognitif edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga.